Pelatihan Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID) Wujud Implementasi untuk Menunjang Analisa Kehalalan Produk Obat dan Makanan di Laboratorium Halal Research

Islam memiliki peraturan tentang sifat kehalalan produk, pandangan Islam tentang konsumsi makanan halal merupakan ekspresi ketakwaan kepada Allah SWT. Derajat kehalalan suatu produk merupakan hal yang sangat penting, terlebih kehalalan suatu produk menjadi prioritas utama umat muslim dalam memilih produk yang akan di konsumsi. Sejak 17 Oktober 2019 kewajiban bersertifikat halal bagi beberapa produk dan jasa sudah mulai diberlakukan di Indonesia, dimana tahap pertama dimulai dari produk makanan dan minuman, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dalam rangka mendukung kebijakan wajib halal, laboratorium uji perlu meningkatkan kemampuan dalam pengembangan metode pengujian halal terutama dalam kelengkapan instrument analisis.

Laboratorium Terpadu Fakultas Ilmu Kesehatan UNIDA Gontor Kampus Mantingan menyelanggarakan pelatihan untuk instrument baru yaitu GC-FID Thermo Scientific Type TRACE 1310, pelatihan ini dilaksanakan di laboratorium Halal Research secara langsung dengan diikuti oleh dosen, laboran dan mahasiswa. GC-FID Thermo Scientific Type TRACE 1310 merupakan instrument yang melengkapi Laboratorium Halal Research di Laboratorium Terpadu FIK UNIDA Gontor yang mana di Laboratorium ini juga tersedia Spektrofotometri UV-Vis Shimadzu UV-1900i dan HPLC Shimadzu LC-20AD yang telah digunakan untuk praktikum maupun penelitian.

Gas Chromatogrphy (GC) merupakan jenis kromatografi umum yang digunakan untuk memisahkan dan menganalisis senyawa yang dapat diuapkan tanpa dekomposisi. Penggunaan umum GC adalah untuk menentukan bahan non-halal dalam obat maupun makanan. Agar sesuai untuk analisis GC, suatu senyawa harus memiliki volatilitas yang memadai dan stabilitas termal. Jika semua atau beberapa molekul senyawa berada dalam gas atau fase uap pada suhu 400–450 °C atau lebih rendah, dan tidak terurai pada suhu ini, GC mungkin dapat menganalisis senyawa tersebut. Analisis makanan berkaitan dengan penilaian lipid, protein, karbohidrat, pengawet, rasa, pewarna, dan pengubah tekstur dan juga vitamin, steroid, obat-obatan, residu pestisida, elemen jejak, dan toksin..

GC saat ini menyediakan berbagai pilihan teknologi, masing-masing sesuai untuk berbagai jenis analit, matriks sampel, dan alur kerja. Peralatan inovatif yang dilengkapi dengan injektor dan detektor instant-connect memudahkan untuk menyesuaikan sistem hemat biaya untuk metode yang diperlukan, dengan opsi untuk memperluas atau mengkonfigurasi ulang dengan mudah seiring dengan perkembangan keperluan. Harapan kedepan, keberadaan GC-FID Thermo Scientific Type TRACE 1310 di laboratorium Halal Research Fakultas Kesehatan UNIDA Gontor bisa digunakan untuk menganalisa sampel obat maupun makanan serta untuk mengetahui titik kritis suatu kehalalan produk, sehingga bisa menjadi implementasi pengujian atau analisa kehalalan produk.  Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sivitas akademik UNIDA Gontor terutama laboran di Laboratorium Terpadu dalam menganalisis sampel menggunakan kromatoghrafi baik pengetahuan dasar, keterampilan dalam penggunaan peralatan serta aplikasi dan pemeliharaan instrument sehingga bisa meningkatkan kualitas penelitian dan praktikum.

Referensi :

  1. http://jlppi.or.id/berita-319-alkoholetanol-dalam-pengujian-halal-produk-pangan.html
  2. https://assets.thermofisher.com/TFS-Assets/CMD/manuals/Man-31709412-FOCUS-GC-Man31709412-EN.pdf
  3. https://www.coursehero.com/file/88105630/Procedure-Halal-Analysispdf/
  4. https://genecraftlabs.com/id/memilih-kromatografi-gas/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *