Anggur merupakan buah yang digemari oleh masyarakat di Indonesia. Buah ini biasa dimakan secara langsung oleh manusia. Produksi anggur menjadi salah satu aktivitas agroekonomi terpenting di dunia, dengan lebih dari 67 juta ton anggur pada tahun 2012 dan sekitar 22 juta ton diproduksi dari Eropa. Anggur atau dengan nama ilmiah Vitis vinifera L mengandung sejumlah senyawa biologis aktif dengan efek menguntungkan pada kesehatan manusia. Anggur ini merupakan salah satu jenis buah yang mengandung fitokimia golongan polifenol seperti resveratrol, tannin, golongan flavonoid (catchecin), proanthocyanidhin dan asam lemak (oleanolic acid, oleanolis aldehid) yang berfungsi sebagai penghambat glukosilasi pada proses pembentukan plak sehingga buah anggur (Vitis vinifera L) dapat digunakan sebagai alternative antibakteri dalam pencegahan karies. Kandungan resveratrol ditemukan pada biki dan kulit anggur. Polifenol yang antimutagenik, antibakteri dan hormone analog. Mekanisme kerja antibakteri ini termasuk menghambat dinding sel, menghambat asam nukleat, dan sintesis protein. Kandungan polifenol juga dapat merusak sel mikroba yang permeable dari membrane plasma dan menyebabkan kebocoran pada substansi intraseluler. (Selwyn, 2018).

Anggur obat atau sering dikenal dengan nama anggur kolesom adalah minuman fermentasi yang terbuat dari perasan buah anggur. Dari segi dan proses pembuatan sama persis dengan pembuatan wine atau minuman keras yang berasal dari anggur. Hanya saja minum ini juga ditambahkan ramuan lain yang dianggap berkhasiat bagi kesehatan. Status hokum anggur obat ini sama dengan wine atau minum keras lainnya. Termasuk dalam klasifikasi sebagai khamer yang dalam hokum Islam hukumnya haram. Didalamnya juga terdapat alcohol yang cukup tinggi, diatas 5%. Ekstrak kolesom dan ramuan tradisional sangat efektif untuk meningkatkan nafsu makan, menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh, memperlancar peredaran darah, membantu kelancaran metabolisme tubuh, serta menambah stamina dan kekuatan bagi pria.

Masyarakat juga sering keliru dan menanggapnya sebagai jamu biasa yang berasal dari buah-buahan. Mereka menanggap anggur ini sebagai obat yang dikonsumsi dalam keadaan darurat. Perlu kita pahami bahwa maksud dari “kondisi darurat” dalam pengertian fiqih adalah suatu keadaan jika tidak mengkonsumsi barang tersebut maka nyawanya akan terancam. Dan justru penggunaan anggur ini tentu saja menjadikan status jamu yang tadinya halal menjadi haram. (Wahid, 2020). Dalam anggur kolesom terdapat kadar alcohol sebesar 14,7%. Setiap yang memabukan itu khomer dan setiap khomer itu haram, termasuk diantaranya adalah alcohol. Rasulullah bersabda “Sesuatu yang jika banyak itu memabukkan, maka sedikitnya pun juga haram.” H.R. al-Tirmidzi.

Minuman yang memabukan itu haram tapi jika digunakan untuk obat-obatan dan tidak melebihi kadar yang dibutuhkan itu ma’fu (dimaafkan). Syeikh Abdurrahman al-jaziri menjelaskan : “Termasuk yang dimaafkan, yaitu benda cair yang najis yang dijadikan campuran obat-obatan dan minyak wangi demi kemaslahatannya, dan tidak melebihi kadar yang diperlukan” (al Fiqh’ Alal Madzahib al Arba’ah : 1/19). Berarti jamu yang idcampur dengan anggur kolesaom atau campuran lain yang mengandung kadar alcohol sesuai kebutuhan dan dikonsumsi sebagai obat bukan untuk tujuan bermabuk-mabukan itu ma’fu (dimaafkan). Namun lebih baik jika tidak menggunakan minuman yang mengandung alcohol kalau masih ada jamu/ obat lain yang khasiatnya tidak kalah dengan yang beralkohol. Karena Allah tidak menjadikan kesembuhan dari barang haram. (Didik, 2017)

Selain itu, Anggur merah yang biasanya menjadi salah satu minuman yang cukup digemari. Walaupun anggur merah ini dipandang sebelah mata,tetapi memiliki manfaat positif bagi tubuh. Banyak penelitian bertahun-tahun mengenai dampak mengonsumsi anggur merah dengan peningkatan keshatan. Akan tetapi banyak juga yang mengklaim bahwa mengonsumsi anggur merah dapat membuat panjang umur. Akan tetapi kita harus ingat bahwa anggur merah hanya sehat jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Untuk pria diperbolehkan minum tidak lebih dari 2 gelas anggur/hari, sedangkan wanita hanya boleh minum 1 gelas sehari. Ada beberapa penelitian yang membahas bahwa anggur dapat digunakan sebagai obat. Akan tetapi kebanyakan anggur yang diperkaya sebagai obat biasanya adalah anggur merah.

Pada penelitian Yuniharce, mereka meracik buah anggur merah sehingga bisa menjadi formula obat kumur yaitu dengan cara membuat jus anggur merah. Penelitian ini memilih buah anggur karena sesuai dengan kriteria, dan menggunakan ekstrak biji anggur. Penelitian dengan ekstrak biji anggur dengan konsentrasi 0,75% dapat mengahambat dan membunuh bakteri Streptococcus mutans, karena mengandung proanthocyanidin, flavonoid, cathechin, dan epihatecin. Berdasarkan riset Kesehatan dasar 2013 sebanyak 72% masyarakat Indonesia bermasalah pada gigi. Maka dari itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut tak hanya cukup menyikat gigi, karena kotoran bagian sela gigi dan gusi itu tidak terangkat dengan menyikat gigi tapi diperlukan menggunakan obat kumur setelah sikat gigi. Keefektifan obat ini adalah mengjangkau tempapt yang paling sulit dibersihkan dengan sikat gigi dan dapat merusak pembentukan plak. (Kadang, AR, & Saskia, 2018)

Pada penelitian Vermitia dan Anggraeni Wulan, mereka percaya bahwa anggur dapat mencegah terbentuknya aterosklerosis[1]. Beberapa penelitian epidemiologi juga menunjukan bahwa adanya hubungan antara konsumsi anggur merah secara jangka panjang dengan penurunan resiko terbentuknya aterosklerosis. Secara umum, aterosklerosis disebabkan oleh disfungsi endotel dan inflamasi di pembuluh darah. Pembuluh darah yang sering menjadi daerah predileksi aterosklerosis yaitu aorta dan arteri. Konsumsi anggur merah berperan dengan meningkatkan fungsi perlindungan endotel pembuluh darah. Karena kandungan senyawa di dalam anggur merah yang berpotensi dapat mencegah pembentukan aterklerosis yaitu resveratrol, proantosianidin dan prosianidin. (Vermitia & Wulan, 2018).

REFERENSI

Didik. (2017). Hukum Minum Alkohol dan Anggur Kolesom. Konsultasi Hukum Islam, 1-2.

Kadang, Y., AR, N. I., & Saskia. (2018). FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK OBAT KUMUR (MOUTHWASH) JUS BUAH ANGGUR MERAH (VitisviniferaL.). Akademi Farmasi Sandi Karsa Makasar, 35.

Selwyn, L. (2018). 5 Manfaat Minum Anggur Merah yang Mungkin Anda Tidak Tahu. OKLifestyle, 1-2.

Vermitia, & Wulan, A. J. (2018). Potensi Anggur Merah (Vitis vinifera) sebagai Pencegahan Aterosklerosis. Jurnal Agromedicine, 2-3.

Wahid, N. (2020). Anggur pada Jamu, Bolehkah? REPUBLIKA.co.id, 1-3.

 

[1] Aterosklerosis : salah satu factor resiko yang mendasari terjadinya beberapa penyakit kardiovaskular seperti infark miokard, infark serebri (stroke), aneurisma aorta.

 

  • – Hasya Syilmi Esyafira
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *